Selasa, 09 Mei 2017

Materi Pembelajaran

HIDROKARBON
1)      Pengertian Senyawa Hidrokarbon
Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang tersusun dari atom unsur karbon (C) dan hidrogen (H). Plastik seperti LDPE dan HDPE (polietilena) dan PP (polipropilena) terbuat dari etena dan propena yang merupakan hasil olahan gas alam. Senyawa etena dan propena termasuk ke dalam golongan senyawa hidrokarbon.

2)      Klasifikasi Hidrokarbon

Berdasarkan jenis ikatan antara atom karbon, senyawa hidrokarbon dapat dibedakan menjadi hidrokarbon jenuh dan tak jenuh. Seluruh ikatan antar atom karbon pada hidrokarbon jenuh merupakan ikatan kovalen tunggal. Pada hidrokarbon tak jenuh, terdapat satu atau lebih ikatan rangkap ataupun ikatan rangkap tiga.Berdasarkan bentuk rantai karbon dan jenis ikatannya, senyawa hidrokarbon dikelompokkan menjadi:
  1. Hidrokarbon alifatik,yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dengan ikatan tunggal (jenuh) ataupun ikatan rangkap (tak jenuh).

  1. Hidrokarbon alisiklik,yaitu hidrokarbon dengan rantai tertutup atau melingkar.

  1. Hidrokarbon aromatik,yaitu hidrokarbon rantai melingkar dengan ikatan konjugasi, yaitu ikatan tunggal dan ikatan rangkap yang berselang-seling.
       

3).Tata Nama Senyawa Hidrokarbon Alifatik

·         Alkana

Alkana adalah senyawa hidrokarbon alifatik jenuh dengan rumus umum CnH2n+2. Alkana membentuk deret homolog, yaitu kelompok senyawa dengan rumus umum sama dan sifat bermiripan. Aturan IUPAC untuk penamaan alkana adalah sebagai berikut.
  1. Rantai C yang terpanjang ditetapkan sebagai rantai utama. Bila terdapat dua atau lebih rantai terpanjang yang sama panjangnya, maka dipilih rantai dengan cabang terbanyak sebagai rantai utama.
  2. Cabang dari rantai utama dengan substituen hidrokarbon (gugus alkil) diberi nama dengan mengganti akhiran ana pada alkana menjadi il. Berikut tabel struktur dan nama dari beberapa gugus alkil.
  3. Atom-atom C pada rantai utama diberi nomor secara berurut dimulai dari salah satu ujung rantai yang posisi cabangnya mendapat nomor terkecil.
  4. Untuk substituen cabang yang sejenis dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra, penta, dan seterusnya.
  5. Substituen-substituen cabang ditulis berdasarkan urutan alfabetik. Awalan substituen seperti di, tri, n– (normal), sek– (sekunder), ters– (tersier) diabaikan dalam pengurutan alfabetik, kecuali awalan iso tidak diabaikan.

·         Alkena

Alkena adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan ikatan rangkap dua. Rumus umum alkena adalah CnH2n. Aturan IUPAC dalam penamaan alkena hampir sama dengan alkana, namun dengan beberapa modifikasi aturan berikut.
  1. Rantai utama yang dipilih adalah rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap. Nama rantai utama diturunkan dari nama alkana dengan jumlah C sama dengan mengganti akhiran ana menjadi ena.
  2. Urutan penomoran pada rantai utama dimulai dari salah satu ujung rantai yang posisi atom C berikatan rangkapnya mendapat nomor terkecil. Nomor posisi ikatan rangkap didasarkan pada nomor atom C berikatan rangkap yang nomornya lebih kecil.

·         Alkuna

Alkuna adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan ikatan rangkap tiga. Rumus umum alkuna adalah CnH2n−2. Aturan IUPAC dalam penamaan alkuna hampir seluruhnya sama dengan alkena. Dalam penamaan alkuna, nama rantai utama yang diturunkan dari alkena dengan jumlah C sama yang memiliki akhiran ena diubah menjadi una. Contoh:


9 komentar:

  1. bu, saya ingin bertanya dalam kehidupan sehari-hari senyawa hidrokarbon ini berbentuk seperti apa ya bu ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ibu saya izin mencoba menjawab pertanyaan dari ismi 1. Bidang Pangan
      Digunakan dalam industri khususnya industru petroleum dan aspal cair. Hidrokarbon memperoleh energi dari matahari saat tumbuh-tumbuhan menggunakan sinar matahari selama proses fotosintesis untuk menghasilkan glukosa. Contoh senyawa yang digunakan dalam bidang
      pangan :
      a. Glukosa, sumber energi bagi manusia dan hewan
      b. Tetraterpena, senyawa beta karoten pada wortel
      c. Monoterpena, merupakan senyawa dalam minyak jeruk.
      d. Karbohidrat, merupakan glukosa dan senyawa yang penuh dengan energi.
      2. Bidang Sandang dan Papan
      Senyawa-senyawa turunan hi-drokarbon yang berperan di bidang pakaian, antara lain kapas, wol (merupakan suatu protein), sutra (protein), nilon (polimer), dan serat sintetis. Bidang papan, senyawa turunan hidrokarbon yang berperan, antara lain selulosa, kayu, lignin, dan polimer. Contoh senyawa yang digunakan dalam bidang sandang :
      a. Poliviniklorida (PVC), terbentuk dari viniklorida yang mempunyai ikatan C rangkap 2. Banyak digunakan untuk pembuatan pipa dan karet.
      b. Polipropilen/polipropena, yang terbentuk dari propena. Untuk serat, tali plastik, bahan perahu, dan botol plastik.
      c. Polistirena. Kegunaanya untuk pembungkus, insulator listrik, sol sepatu, dan berbagai peralatan lainya.
      d. Polisoprena, merupakan karet alam. Berguna antara lain sebagai ban kendaraan, sepatu, dan sarung tangan.
      e. Etuna, sebagai sintetis serat buatan.
      f. nilon, merupakan senyawa polimer yang banyak digunakan untuk serat pakaian.
      g. Dakron, merupakan seratt pliester untuk pengganti kapas dalam keperluan rumah tangga. contoh kasur dan bantal.
      dan masih banyak lagi

      Hapus
  2. selamat siang buk... saya ingin bertanya coba ibu jelaskan kembali ciri ciri dari senyawa alkana, alkena, dan alkuna?
    terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah saya ingin menjawab sedikit tentang ciri ciri pada alkana, alkena dan alkuna. salah satu hidrokarbon alifatik jenuh yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dan semua ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan tunggal. Alkena dikatakan tidak jenuh karena memiliki gugus ikatan rangkap antar atom karbon. Alkuna yaitu golongan senyawa hidrokarbon alifatik yang mempunyai gugus fungsi ikatanganda tiga karbon-karbon (─C ≡ C─).

      Hapus
  3. Bu saya ingin bertanya bagaimana aturan penamaan untuk alkuna, dan contohnya? Terimakasih bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya ingin mencoba menjawab pertanyaan nadila :
      Berikut langkah-langkah memberi nama senyawa alkuna :
      1. Periksa jenis ikatannya, jika memiliki ikatan rangkap tiga, berarti senyawa tersebut merupakan senyawa alkuna. 2. Hitung jumlah atom C-nya. 3. Tuliskan awalan berdasarkan jumlah atom C-nya dan diakhiri dengan akhiran -una. 4. Jika jumlah atom C senyawa alkuna lebih dari 3, beri nomor setiap atom sedemikian rupa sehingga nomor paling kecil terletak pada atom C yang terikat ikatan rangkap tiga. Kemudian, penamaan senyawa diawali oleh nomor atom C pertama yang terikat ke ikatan rangkap 3, diikuti tanda (-) dan nama rantai induk. 5. Untuk alkuna bercabang : 1. Periksa jenis ikatannya, jika memiliki ikatan rangkap tiga, berarti senyawa tersebut merupakan senyawa alkuna. 2. Tentukan rantai induk dan rantai cabangnya. Rantai induk ditentukan dari rantai atom C terpanjang yang mengandung ikatan rangkap tiga. 3. Beri nomor setiap atom sedemikian rupa sehingga nomor paling kecil terletak pada atom C yang terikat ikatan rangkap tiga. 4. Rantai induk diberi nama sesuai aturan penamaan senyawa alkuna rantai lurus. 5. Rantai cabang diberi nama sesuai jumlah atom C dan struktur gugus alkil. 6. Urutan penulisan nama senyawa sama dengan urutan penulisan nama senyawa alkana dan alkena.
      Contoh :
      a. 3-metil-1-butuna
      b. 4-etil-2-heptuna
      c. 2,2-dimetil-3-heptuna
      jika ada lebih dari 1 ikatan rangkap 3, maka ikuti contoh berikut :
      a. 1,3-pentadiuna
      b. 1,3,5-heptatriuna
      c. 5-metil-1,3-heptadiuna
      terima kasih

      Hapus
  4. Ibu, saya masih belum mengerti bagaimana cara membuat tata nama dari masing-masing senyawa alkuna, alkena, dan alkana?

    BalasHapus
  5. ibu saya elum mengerti bagaimana menentukan penamaan senyawa alkana , bsakah ibu berikan contoh penamaan dan penomoran dengan disertakan gambar? agar saya lebih mengerti. trimakasih bu

    BalasHapus
  6. Bu saya kurang mengerti di hidrokarbon alisiklik,tolong jelaskan bu apa itu jidrokarbon alisiklik dan beri contoh nya ya bu?

    BalasHapus